Select Page

Lagu daerah? Mungkin untuk kalan anak muda zaman now lagu daerah terdengar asing, bisa jadi ada yang tak mengetahuinya. Dikarenakan, anak muda sekarang lebih menyukai lagu dengan aliran seperti Jazz, K-Pop, Indi, Regge,dll. Sehingga membuat generasi sekarang banyak yang tak mengetahui lagu daerah, bahkan lagu daerah sendiri.
Dulu disekolah, saya sering mendengar lagu-lagu daerah dan sering sekali oleh guru Seni Budaya untuk menyanyikannya. Akan tetapi dimasa sekarang itu jarang kudengar disekolah, bahkan untuk di tingkat SD (Sekolah Dasar).  Dan menyedihkan lagi, lagu daerah kita pernah juga diakui oleh negar lain. Tetapi tak sedikit juga anak muda yang berusaha membuat aransemen lagu  daerah dengan nuansa modern. Dan menajubkan lagi karya anak bangsa tersebut pernah dinyanyikan dinegara lain. Wow! Membanggakan juga ya.

Berikut ini merupakan lagu daerah yang sering dinyanyikan dan diaransemen oleh anak muda.

 

1 Ampar- Ampar pisang

Hayo siapa yang ingat lagu ini? Yang ingat pasti langsung nyanyi dech!. Yak lagu daerah satu ini merupakan lagu daerah dari Kalimantan Selatan yang diciptakan oleh Hamiedan AC.
Lagu Ampar-Ampar pisang ini menceritakan tentang pisang yang diampar (dijemur), yang dikerubuti binatang-binatang kecil yang terbang. Binatang-binatang tersebut menyukai bau pisang, oleh masyarakat KalSel binatang tersebut diberi nama Bari-bari. Yang digunakan masyarakat untuk menakuti anak-anak. Konon katanya masyarakat Kalsel “dikitip bidawang” merupakan arti kata “dimakan biawak” ini untuk menakuti anak kecil yang suka mencuri pisang ( kue rimpi ) yang masih dalam proses penjemuran.

Kutipan lirik :
“ Ampar ampar pisang
Pisangku belum masak
Masak sabiji, dihurung bari-bari 2X “

 

2. Anak Kambing Saya

Lagu daerah ini berasal dari Nusa Tenggara Timur yang  liriknya berisi sahut menyahut pertanyaan lalu ada yang menjawab setelahnya bergantian. Bisa juga dibuat untuk merayu ya,hehe.

Kutipan Lirik:
“ Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing saya ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati saya ada di kampung baru”

 

3. Cublak-Cublak Suweng

Cublak-cublak Suweng merupakan lagu daerah Jawa Timur, yang sering dinyanyikan dalam permainan tradisional. Dimana cara bermainnya yaitu salah satu pemain harus tidur dengan posisi telungkup lalu pemain yang lain menaruh tangannya diatas badan pemain yang telungkup.
Setelah itu salah satu pemain yang menaruh tangannya menjalankan batu diestafet ke pemain lain sembari menyanyikan lagu Ceblak-cublak Suweng. Setelah itu pemain yang telungkap menebak siapa yang membawa batu tersebut.

Kutipan Lirik:
“ Cublal-cublak suweng
Suweng e teng gelentek
Nganggo kepundun Solek
Tak ijo royo royo
Sopo gelem dellekkake
Siir sir pong’dele bodhong 2x”

 

4. Injit-injit Semut

Injit – injit semut merupakan lagu daerah yang berasal dari Jambi yang digunakan untuk mengiringi permainan anak Jambi yaitu Injit-injit.
Permainannya cukup sederhana dengan cara menumpuk tangan pemain dengan posisi telungkup setelah itu tangan yang ada dibawah  berada diatas dan menyubit tangan begitu seterusnya. Siapa yang paling tahan dialah yang memenangkan permainan tersebut. Sakit sih! Tapi seru  juga loh!

Kutipan lirik :
“ Injit injit semut
Siapa yang sakit naik diatas
Injit injit semut walau sakit
Jangan dilepas “

 

5. Naik Naik Kepuncak Gudung

Nah hayo jadi inget kalo ndaki dech atau gak gitu ingat waktu jalan-jalan pas masa TK dulu. Ya,lagu yang satu ini mungkin hampir semua kalangan mengetahui lagu ini. Lagu yang menggambarkan keindahan saat perjalanan naik kepuncak gunung. Lagu ini berasal dari Maluku.
Bahkan anak zaman now sudah memodif lagu ini dengan bahasa daerah seperti bahasa jawa.

Kutipan lirik :
“Naik naik kepuncak gunung
Tinggi tinggi sekali”

 

6. Gundul Pacul

Siapa yang pernah nyanyi lagu ini untuk ngeledek temennya? Haayoo! . Lagu Gundul Pacul ini merupakan lagu asal dari Jawa Tengah. Lagu ini merupakan tembang yang penuh dengan makna yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.
Filosofinya lagu ini terkenal sejak 1400 yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan teman remajanya. Gundul Pacul memiliki arti pemimpin bukanlah orang yang memiliki mahkota, melainkan dia yang membawa pacul (cangkul) untuk mencangkul, untuk mengupayakan mensejahterakan masyarakat.

Kutipan Lirik :
“ Gundul gundul pacul cul gembelengan.
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan.
Wakul glimpang segani dadi sak latar.”

 

7. Si Patokan

  Lagu daerah ini berasal dari  Minahasa Sulawesi utara, lagu ini sering dinyanyikan ibu-ibu kepada anaknya yang sudah baligh yang suatu saat akan mencari nafkah sendiri.
Lagu ini menunjukkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang sebenarnya tak tega untuk ditinggal anaknya.

Kitipan lirik :
“ Sayang –sayang, si Patokan
Mentego tegogorokan Sayang”

 

8. Yamko Rambe Yamko

Mungkin ada yang pernah dengar lagu ini dihari senin? Ya saat tim paduan suara menyanyikan lagu ini sebagai lagu daerah. Lagu ini juga pernah dibawahkan saat HUT RI loh! Lagu ini berasal dari Papua yang menyeritakan terjadinya peperangan dinegri ini saling membunuh.
Bunga bangsa yang dimaksud adalah pahlawan yang telah gugur dalam peperangan. Mereka rela gugur dan merebutkan nyawa hanya untuk mempertahankan Negara Indonesia dari penjajahan. Meski lirik lagu ini terkesan penuh riang akan tetapi maknanya cukup menyedihkan.

Kutipan lirik :
“ Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe “

 

9. Jali-jali

Lagu tradisional ini berasal dari Ibukotanya Indonesia yaitu Jakarta yang dipopulerkan oleh M. Sagi ditahun 1942 yang menjadi lagu rakyat Betawi. Lagu ini dinyanyikan secara bersautan antara pria dan wanita.

Kutipan Lirik :
“ Inilah dia Sijali jail
Lagunya enak, lagunya enak
Merdu Sekali
Capek sedikit tidak perduli Sayang”

Ya itulah daftar lagu daerah yang sering dinyanyikan dan diaransemen.

Pin It on Pinterest

Share This