Select Page

Indonesia merupakan Negara yang sebagian besar daerahnya dikelilingi oleh lautan. Akan tetapi sumber daya alam di Indonesia bukan berarti sedikit, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.Tidak hanya itu Indonesia juga memiliki beragam budaya, suku dan bahasa. Indonesia memiliki Suku terbanyak didunia, Suku Sunda, Suku Jawa, dll. Kali ini saya akan membahas tentang Kebudayaan Suku Sunda.
Suku Sunda? Yang pasti difikiran kalian adalah orangnya ramah, periang, lemah, lembut dan murah senyum. Sehingga membuat siapun yang berlibur atau sekedar singgah disana menjadi betah untuk berlama-lama berada disana. Suku Sunda juga memiliki kebudayaan yang menjadikan suku Sunda kaya. Kok bisa? Alasanya, karena kekayaan yang dipercayai oleh suku Sunda akan dilestarikan dan juga dikembangkan oleh generasi selanjutnya.

Perlu kita ketahui juga bahwa Suku Sunda juga memiliki arti tersendiri. Suku Sunda adalah kumpulan dari beberapa kelompok etnis yang memiliki asal dari pulau Jawa bagian barat. Di Indonesia dari Ujung kulon dan juga di ujung barat dari pulau Jawa sampai dengan Brebes sudah mencakup wilayah yang administrasi di provinsi Jawa Barat, Banten. Selain itu sebagian juga dari DKI Jakarta dan sebagian lain nya dari Jawa Tengah. Jika dilihat bahwa Jawa Barat adalah provinsi yang memiliki jumlah penduduk paling besar di Indonesia. Oleh karena itu Jawa Barat memiliki letak yang sangat berdekatan dengan ibu kota negara dan hampir semua suku bangsa yang berada di Indonesia berada di Jawa Barat.
Terdapat 65% dari penduduk yang berada di Jawa Barat merupakan suku Sunda yang juga tinggal sebagai penduduk asli di Jawa Barat. Selain itu juga ada beberapa suku yang lainnya yaitu Suku Jawa yang juga banyak di temui di daerah Jawa Barat bagian Utara. Suku Betawi sendiri juga banyak yang sudah tinggal di daerah yang terletak di bagian barat yang juga bersempadan dengan ibu kota. Selain itu suku Minang dan juga Suku Batak sebagian besar mendiami perkotaan di Jawa Barat. Perkotaan di Jawa Barat yang di mendiami oleh Suku minang dan Suku Batak adalah :

  • Bandung
  • Cimahi
  • Bogor
  • Bekasi
  • Deppok

 

1. Sejarah Suku Sunda

Suku Sunda merupakan etnis yang menempati bagian barat Pulau Jawa. Sebutan Sunda merujuk kepada kerajaan Pasundan yang ada di wilayah Jawa Barat pada masa pasca kerajaan Tarumanegara. Nama Sunda bagi suku Sunda sendiri memiliki beberapa makna dan arti yang secara keseluruhan menunjukkan pengharapan akan kebaikan dalam segala aspek kehidupan.

  • Sunda berasal dari kata Saunda yang artinya lumbung bermakna (makmur dan subur)
  • Sunda berasal dari kata Sonda yang artinya bahagia
  • Sunda berasal dari kata Sundara yang artinya lelaki tampan, serta sebutan juga bagi dewa kamaja yang penuh rasa cinta dan kasih sayang
  • Sunda berasal dari kata Sundari yang artinya wanita cantik
  • Sunda juga memiliki makna arti indah

 

2. Filosofis Hidup

Falsafah hidup suku Sunda yang memiliki makna mendalam yaitu “cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pandai), tur singer (kreatif)”, dimana tiap kata memiliki artinya sendiri-sendiri. Masing-masing memiliki makna pandangan hidup orang sunda yang mengarah kepada kebaikan.

Cageur

Memiliki makna sehat rohani dan jasmani. Sehingga orang Sunda diharapkan selalu menjaga mentalitas psikis dan juga kesehatan fisiknya.

Bageur

Bageur maknanya adalah kepribadian yang baik. Identitas orang Sunda adalah memiliki sikap yang baik, ramah, sopan santun dan tata krama yang luhur.

Bener

Bener memiliki makna berpijak pada perbuatan dan nilai yang benar. Seperti harus takwa, jujur, amanah, dls. Jangan sampai berperilaku yang salah.

Pinter

Artinya memiliki wawasan dan pengetahuan. Orang sunda dituntut agar memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi sebagai bekal kehidupan

Singer

Singer maknanya adalah kreatif dan inovatif. Masyarakat Sunda dengan kepribadian dan mindsetnya harus senantiasa memiliki karya yang kreatif dan inovatif.

Filosofis hidup ini terus diturunkan dan diajarkan secara turun temurun. Sehingga watak dan kepribadian orang Sunda diharapkan akan bisa benar-benar mencerminkan falsafah hidup yang sudah ditradisikan oleh para leluhur mereka.

 

 

3. Filosofis Nama “Ci” dan Legenda Prabu Siliwangi

Di Jawa Barat yang notabene dinisbatkan bahwa wilayah ini sebagian besar adalah kediaman suku Sunda, maka terdapat hal yang unik berkaitan dengan penyebutan daerah yang selalu diawali dengan kata “Ci”, seperti Cianjur, Cirebon, Cibodas, Cibereum, Cihideung, dan Ci yang selainnya. Mengenai penyebutan nama yang selalu diawali dengan huruf Ci ini sendiri, terdapat beberapa versi cerita yang bisa memberikan pemahaman mengenai kata Ci itu sendiri.
Meskipun demikian, cerita paling banyak mengenai asal-usul kata Ci ini adalah bahwa kata Ci merupakan kependekan sebutan dari “Cai”. Cai sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti air. Ada yang berspekulasi dan menghubungkan bahwa penyebutan kata Ci atau Cai sebagai nama wilayah atau daerah ini berkaitan dengan kondisi geografis dimana Jawa Barat banyak sekali memiliki sungai-sungai. Ada juga yang berspekulasi bahwa tanah Sunda dulunya merupakan lautan/danau yang sangat besar. Karena terdapat hubungan-hubungan dengan air, maka daerah-daerah di Jawa Barat pada umumnya selalu diawali dengan nama Ci.
Padahal, penyebutan kata Ci bukanlah merujuk kepada kependekan arti Cai atau air. Penyebutan kata Ci ini berkaitan dengan Legenda Gunung Sunda Purwa. Gunung Sunda Purwa sendiri merupakan gunung api aktif tertinggi di dunia dengan ketinggian 17.000 mdpl. Sebutan Ci berasal dari bahasa sansekerta kuno yang memiliki arti “cahaya”. Gunung sunda purwa pada zaman dahulu disebut juga sebagai Gunung Agung Batara Guru, atau Gunung Matahari. Puncaknya yang selalu tertutupi oleh salju abadi menjadikan puncak gunung Sunda ini nampak seperti memancarkan cahaya yang menyinari wilayah sekitarnya.
Selanjutnya, penyebutan Ci juga memiliki makna dewa, karena kata dewa memiliki makna lain yang berarti cahaya. Gunung Sunda Purwa merupakan gunung yang dipercaya sebagai tempat bersemayam para Hyang atau para Dewa. Hyang sendiri masih bersinonem dengan kata Eyang/Biyang yang berarti leluhur. Oleh sebab itu, tanah Sunda disebut juga sebagai tanah Para-Hyang-an yang artinya tempat leluhur atau tempat para dewa.

Lalu, sebutan cibodas (Mang) memiliki makna cahaya putih, Cibodas (Mang) merupakan sebutan bagi tempat di timur yang merupakan tempat bersemayamnya Sang Hyang Iswara. Cibereum (Ang) merupakan sebutan bagi tempat di di wilayah Selatan tempat Sang Hyang Brahmana. Cihideung (Ung) merupakan sebutan bagi tempat di wilayah Utara tempat bersemayam Sang Hyang Wisnu. Mang-Ang-Ung bila disatukan akan menjadi kata Maung. Maung sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti Macan. Macan/Harimau ini merupakan lambang dari Sang Hyang Siwa. Selain itu Maung juga lekat dengan cerita legenda prabu Silih Wangi.

 

4. Kepercayaan

     Mayoritas Suku sunda memeluk agama Islam. Tetapi juga ada beberapa suku sunda yang tidak memeluk agama Islam karena memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda. Orang – orang atau suku sunda yang tidak memeluk agama islam bisa diketahui sebagai berikut ini , Orang Baduy : Semua orang baduy yang bertempat tinggal di Banten akan tetapi mereka juga ada yang memeluk agama Kristen, agama Hindu, agama Budha dan agama Katolik. Selain itu mereka juga masih mempercayai mistik sehingga masih banyak yang mempraktekkan sinkretisme dan juga mistik yang mereka percayai.
Jadi pada umumnya semua kehidupan yang ada pada orang sunda sudah di tunjukkan untuk memberikan keseimbangan di alam semesta. Dimana keseimbangan magic yang masih di gunakan seperti dengan adanya sebuah upacara adat tetapi keseimbangan yang lain juga masih tetap dipertahankan seperti keseimbangan sosial. Keseimbangan sosial yang sering dilakukan oleh Suku Sunda adalah kegiatan seperti saling membantu dengan gotong royong dengan yang lainnya. Hal seperti ini adalah hal yang membuat suku sunda menarik seperti hal nya dengan adanya lakon dari patung yang sering di sebut dengan Lutung Kasarung.
Lutung Kasarung merupakan salah satu tokoh yang ada di suku sunda. Mereka percaya bahwa adanya Allah dan Allah itu satu (Guriang Tunggal) dan juga yang sudah menitiskan beberapa bagian kecil dariNya yang telah dilahirkan ke dunia sehingga bisa melihat kehidupan manusia atau yang sering disebut dengan titisan Allah (Dewata). Sehingga semua ini yang akan bisa menjadi suatu jembatan yang memiliki fungsi yaitu untuk memberikan komunikasi kabar baik di antara mereka semua.

 

5. Mata Pencaharian

      Dari semua Suku Sunda yang kehidupannya hampir mayoritas bercocok tanam. Suku Sunda juga hampir keseluruhan penduduknya tidak ada keinginan untuk merantau di negeri orang. Suku Sunda memiliki tujuan tersendiri dalam kehidupannya yaitu untuk meningkatkan taraf hidup di keluarganya. Sehingga jika di lihat dari data Bappenas pada tahun 1993, maka ada 75 % desa di Jawa Barat yang miskin. Sehingga secara keseluruhan kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat karena adanya kelangkaan dari sumber daya manusia. Sehingga mereka membutuhkan pengembangan dari sumber daya manusia yang ada seperti halnya Pendidikan dan juga pembinaan.

      Sunda juga memiliki suku budaya seperti dengan suku – suku yang lain nya. Sunda juga memiliki arti kata tersendiri yaitu : bagus, baik, putih, bersih dan cemerlang. Sunda juga memiliki arti yang mengandung unsur seperti kebaikan. Semua orang sudah sangat percaya dengan yang dimiliki, yang dimiliki oleh orang sunda yaitu Watak atau Karakter. Watak atau karakter bagi orang sunda adalah kesehatan, kebaikan, kebenaran , trampil dan juga pintar yang sudah lahir dari zaman dahulu kala yaitu zaman salaka nagara sejak tahun 150 dan bisa sampai di sumudang larang pada abad ke-17, pada abad ke 17 orang sunda sudah makmur serta sejahtera yang sudah lebih dari ribuan tahun.

 

6. Kesenian

Suku sunda juga memiliki beberapa kesenian yang menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh suku sunda dan menjadi kebanggaan semua suku sunda. Berikut ini adalah beberapa kesenian yang berada di suku sunda :

  1.  Kirab Helaran


Kirab helaran adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang berada di suku sunda yang juga sering di sebut dengan seni pertunjukan rakyat yang sering ditampilkan oleh beberapa arakan yang berbentuk helaran, orang sunda juga sering menyebutnya dengan Sisingan. Pertunjukan dari Kirab Helaran ini juga bisa di jadikan sebagai upacara adat khitanan atau beberapa acara khusus yang lainnya yaitu seperti menyambut tamu yang datang, hiburan untuk peresmian, kegiatan yang dilakukan pada saat HUT Kemerdekaan RI atau bahkan untuk kegiatan beberapa hari besar yang lainnya.
Acara ini telah di ikuti oleh banyak orang yang akan diwakilkan dari semua kelurahan yang ada di Cimahi. Kirab helaran yang seperti arakan dan juga pernah di gelar pada saat Hari Jadi yang ke-6 Kota Cimahi. Kesenian kirap ini juga bertolak dengan Alun – alun di kota Cimahi dengan menuju kawasan perkantoran yang berada di Pemkot Cimahi yaitu yang beralamat di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah yang di ikuti oleh beberapa kelompok masyarakat yang juga ikut menyajikan kesenian dari budaya Sunda seperti : Kesenian Kirab Helaran, Kesenian Gotong Gagak, Kesenian Calung, Kesenian Engrang, Kesenian Reog, Kesenian Barongsai dan Kesenian dari Klub Motor.

  1.  Wayang Golek

        Wayang golek mirip dengan wayang kulit ya. Tapi 2 jenis wayang ini ternyata berbeda bentuk lho. Wayang itu   sendiri mengandung arti boneka tiruan manusia yang terbuat dari pahatan kayu atau kulit. Nah, sekarang tau kan perbedaan wayang kulit dan wayang golek. Dalam pertunjukan wayang golek, sang dalang selalu menggunakan bahasa daerahnya.Ciri-ciri kesenian wayang adalah selalu membutuhkan bantuan Dalang yaitu sebutan untuk orang yang mengendalikan para wayang. 1 dalang bisa memainkan 4-10 karakter wayang. Namun sayang, dengan karakter suara yang berbeda-beda dari tiap karakter wayang. Suara yang berubah-rubah membuat profesi dalang sedikit peminatnya. Tidak putus asa disini, ternyata ada perkumpulan untuk orang-orang yang ingin belajar menjadi dalang lho namanya Yayasan Citra Dangiang Seni.

  1. Tari Jaipong

        Jaipongan adalah jenis tarian traidisional Sunda, tepatnya dari Karawang. Lahir dari tangan kreatif H. Suanda pada tahun 1976. Tarian Jaipongan adalah campuran dari seni lain seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan lain-lain. Tarian ini sangat pesat berkembangnya, diiringi dengan musik degung ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden, dan goong. Cocok ya, tari tradisional iringan musiknya juga tradisional, pakaiannya pun menggunakan pakaian tradisional Sunda yang terdiri dari sampur, apok dan sinjang. Biasanya penari berlenggak lenggok mengikuti instrumen musiknya. Walau terdengar gampang, sebenarnya tarian ini lebih susah karena membutuhkan kelenturan tubuh.

Itu merupakan sebagian dari kesenian Suku sunda, masih banyak lagi kesenian Suku Sunda. Sekian dari saya sejarah tentang Suku Sunda semoga bermanfaat.

Sumber : – Ilmuseni.com dan ragamseni.com

Pin It on Pinterest

Share This