Select Page

Indonesia merupakan negara yang dijuluki Ring of Fire, dikarenakan Indonesia memiliki banyak sekali gunung baik masih aktif atau sudah tidak aktif lagi. Sangking banyaknya gunung di Indonesia, terciptalah komunitas pecinta alam yang ingin sekali menjelajai gunung di Indonesia. Tak dapat dipungkiri jika mereka senang dan ingin menjelajai setiap gunung, karena  keindahannya cocok untuk diabadikan serta dinikmati pemandangannya.

Nah, disini saya akan membagikan info tentang Gunung yang cocok banget buat kalian yang masih pemula atau baru pertama kali mendaki. Bisa dibilang beberapa gunung ini dapat kalian gunakan untuk berlatih mengenal medan dan cara melaluinya supaya jadi pendaki yang berpengalaman.

 

1.Gunung Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta 700 mdpl

Nah untuk kalian yang masih baru ingin mencoba buat mendaki, cocok banget nih ke Gunung Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta. Karena gunung ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua. Dan memiliki 2 puncak gunung; puncak barat dan timur. Dengan ketinggian dari 200 hingga 700 Mdpl, Gunung ini memiliki bentang alam yang menakjubkan, dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi.

Lokasi objek wisata Gunung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi wisata ini, dari pusat Kota Yogyakarta anda berkendara mengambil jalan Wonosari hingga sampai di Bukit Bintang.Jarak tempuh sekitar 25km dari kota Jogja, atau sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja. Kalau dari arah Wonosari setelah melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung, tempat kerajinan Topeng. Kalau dari arah kota Jogja, lewat jalan Jogja-Wonosari menuju Bukit Bintang di Patuk. Setelah menemui Radio GCD FM, belok ke kiri, kira-kira 7km menuju desa Nglanggeran.

Harga tiket masuk saat pagi hari lebih murah dibanding harga tiket masuk malam hari ke Gunung Nglanggeran. Harga tiket masuk ke gunung di pagi hari yaitu Rp 7.000/orang sementara di malam hari Rp 9.000/orang. Harga tersebut adalah harga yang diterapkan untuk wisatawan lokal, sementara wisatawan asing dikenakan biaya tiket Rp 12.000/orang. Dibandingkan keindahan alam yang bisa anda dapatkan di puncak gunung maupun selama perjalanan, harga tiket masuk ini tentunya tidak ada apa-apanya. Dengan fasilitas parkir, mushola, gazebo, toilet umum dan home stay.

Nah, untuk kalian warga Jogja atau yang ingin ke Jogja datang deh buat menikmati pemandangannya. Dijamin gak bakal nyesel deh! Tapi tetap harus waspada dan hati-hati saat mendaki ya, karena ada beberapa medan yang berupa bebatuan karang.

 

2. Puncak Watu Jengger 1100 mdpl, Mojokerto Jawa Timur

Puncak Watu Jengger ini tidak kala keren loh sama Gunung Ngelanggeran. Untuk kalian yang ingin mencoba ndaki lebih tinggi lagi bisa kesini nih! Puncak Watu Jengger terletak di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, bisa menjadi alternatif pilihan dan surga bagi pendaki amatir untuk yang ingin menikmati keindahan gunung.

Kondisi jalur menuju ke puncak Jengger cukup landai, tidak terlalu ekstrim. Jalur pendakian berupa tanah bercampur bebatuan hingga menuju puncak. Estimasi perjalanan sekitar 1.5 jam dari pos pendakian hingga menuju puncak tergantung dari kemampuannya individu masing-masing.

Wisatawan bisa melalui jalur via Desa Lebak Jabung Kecamatan Jatirejo. Jalan aspal masuk ke lokasi cukup bagus sekitar enam kilometer. Nantinya akan melewati rimbunnya hutan di sekitar desa setempat.

Sesampainya di batas desa terakhir kawasan hutan pengunjung bisa menitipkan kendaraannya di kawasan pos pendakian. Selanjutnya, berjalan kaki menuju ke jalur pendakian. Banyaknya papan petunjuk di jalur pendakian hingga ke puncak Jengger memudahkan pendaki atau wisatawan agar tidak tersesat. Apalagi, ketika di perjalanan banyak warung-warung penduduk yang menyediakan makanan dan minuman.

Ada dua akses menuju pendakian puncak Watu Jengger dari Desa Rejosari dan Desa Nawangan Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.Via jalur pendakian Nawangan cukup landai, perjalanan mulai pos pendakian hingga menuju kawasan B9 atau camp 3 diperkirakan menghabiskan waktu sekitar satu jam. Di kawasan B9 atau bukit Mujung sekira 900 Mdpl cukup luas bisa menampung belasan tenda. Dari lokasi tersebut semakin dekat menuju puncak diperkirakan estimasi perjalanan sekitar 30 menit.

Paling ramai wisatawan di dominasi anak sekolah yang menghabiskan waktu liburannya di akhir pekan. Biaya masuknya ke pos pendakian cukup murah berharga Rp 10.000. Fasilita tempat parkir, toilet dan warung.

 

3. Gunung Pulosari Di Banten Dengan Ketinggian 1.346 mdpl

Gunung Pulosari bisa dibilang adalah gunung yang cukup santai untuk pendaki pemula di Pandeglang, Banten. Gunung ini juga merupakan gunung berapi yang masih aktif lho. Meskipun selama ini belum pernah mengalami letusan. Gunung ini layak dicoba untuk kalian yang mau mengenal kegiatan pendakian gunung. Apalagi di sepanjang jalur pendakian, kalian akan bisa menikmati panorama hutan dengan vegetasi yang beragam.

Jangan lupa juga untuk mampir ke salah satu curug yang akan dilewati ketika mendaki Gunung Pulosari. Kurang lebih sekitar 1,5 jam dari basecamp, ada Curug Putri yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan. Untuk camping sendiri, kalian masih perlu meneruskan perjalanan selama satu jam lagi. Sesuai pengalaman para pendaki, jalur pendakian Gunung Pulosari bisa dibilang cukup menguras tenaga, jalur akan semakin berat setelah kita melewati Curug Putri, dari situ jalur lebih didominasi oleh tanjakan dan sangat minim “bonus”.

Dari kawah Ratu ini, puncak Gunung Pulosari dengan ketinggian 1.346 mdpl sudah cukup dekat. Puncak Gunung Pulosari bisa dicapai dalam waktu 1,5–2 jam hiking dengan trek yang relatif terjal dan curam—meski pendek. Untuk pemula pelan-pelan saja, sambil menikmati jalur pendakian yang ada. Lebih disarankan untuk mendirikan tenda di sekitar kawah karena areanya yang sangat luas dibandingan di puncak yang cukup sempit dan akan langsung penuh saat banyak pendaki.

Saat weekday, harga tiket masuk Gunung Pulosari adalah Rp10,000.00. Sementara saat weekend, harga tiket masuk Gunung Pulosari adalah Rp10,000.

 

4. Gunung Puthuk Siwur 1429 mdpl, Mojokerto Jawa Timur

Masih di Mojokertoh nih! Selain Puncak Jengger, Mojokerto juga punya Gunung Puthuk Siwur berlokasi di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Memiliki ketinggian 1.429 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncak gunung Puthuk Siwur saat ini menjadi jujukan banyak kaum muda pencinta ketinggian, apa lagi bagi pecinta alam pemula, atau sekedar mencoba. Jalur tidak begitu ekstrim bahkan cenderung santai dan landai, membuat para pendaki ketagihan khususnya bagi para pendaki pemula.

Meski demikian, sebelum mendaki disarankan terlebih dahulu mempersiapkan minuman yang ekstra banyak. Lantaran di sepanjang perjalanan, pendaki tidak akan menjumpai mata air apapun.

Dari pos perizinan, pendaki akan menempuh perjalanan setapak yang cukup landai dengan suguhan hutan pinus. Setelah itu, akan ada padang sabana dan sedikit hutan basah khas hutan tropis.Tidak hanya itu, saat perjalanan menuju puncak pendaki juga akan menjumpai spot area yang bernama Goa Bebek hingga menjumpai padang sabana dengan cemara gunung.

Sesampainya di puncak, para pendaki bakal menikmati pemandangan keindahan alam dari atas ketinggian. Bahkan di Puncak Puthuk Siwur pendaki bisa melihat secara jelas keindahan Penanggungan.

Harga tiket masuknya cukup terjangkau Rp 5000 untuk parkir dan biaya pendakian serta asuransi sebesar Rp 10.000/ orang beserta surat dan himbauan lapor ketika turun. Fasilitas Toilet dan Parkir

 

5. Gunung Penanggungan 1.653 mdpl, Mojokerto Jawa Timur

Gunung Penanggungan ini adalah gunung yang cocok untuk pendaki pemula, berada di daerah Mojokerto. Gunung ini sering dikenal sebagai miniatur Semeru akibat puncaknya yang tandus mirip dengan Gunung Semeru.

Gunung Penanggungan yang juga dikenal dengan nama Pawitra adalah satu gunung yang bisa di daki di Jawa Timur. Gunung Penanggungan bisa didaki melewati tiga jalur yakni Jalur Desa Tamiajeng, Desa Jolotundo, dan Desa Ngoro di Mojokerto. Desa Tamiajeng di ketinggian sekitar 680 meter di atas permukaan laut (mdpl) adalah salah satu jalur yang bisa dilewati oleh pendaki saat ingin mendaki Gunung Penanggungan. Gunung yang berketinggian 1.653 mdpl ini terletak di perbatasan Pasuruan dan Mojokerto.

Alternatifnya adalah melewati jalur pendakian via jalur Jolotundo. Nggak cuma bisa menikmati pemandangan alam yang memukau, dari sini kalian bisa menemukan beberapa peninggalan bersejarah, sejarah berupa candi-candi di sepanjang jalur pendakian.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Penanggungan ini terbilang singkat. Kira-kira cuma memerlukan waktu tempuh sekitar 4 jam melalui jalur Tamiajeng, Trawas yang menjadi jalur favorit pendaki yang ingin mendaki gunung ini. Nah menurut saya dan teman-teman saya gunung ini bisa dibilang kecil-kecil cabe rawit. Kenapa? Karena kita hanya diberi bonus jalur landai saat meenuju pos 2 dan mempunyai kemiringannya mencapai 65 derajat.

Untuk tiket masuknya cukup Rp 10.000/orang, sebelum mendaki kalian kan dipandu terlebih dahulu oleh pemandu. Dan diingatkan untuk membawah minum min 2 liter/orangnya serta peta agar kalian tau arahannya.

Gunung Penanggungan ini memiliki 2 puncak yaitu, Puncak Banyangan dan Puncak Penanggungan. Untuk mencapai Puncak Banyangan perkiraan perjalanan 4 jam, dari Puncak Bayangan ke Puncak Penangguang 2 jam dengan medan yang cukup menantang dan berbatuan. Tapi semua itu akan terbayar dengan pemandangan disekelilingnya.

 

6. Gunung Batur 1.717 mdpl, Bali

Selain Gunung Agung, ada Gunung Batur di Bali yang tergolong lebih gampang didaki di Bali. Gunung Batur ini berada di daerah Kintamani. Disana kalian bisa mencoba pendakian ke puncak Gunung Batur dengan pemandangan sekitar berupa Danau Kintamani yang indah.

Gunung Batur ini memiliki puncak dengan ketinggian sekitar 1.717 mdpl. Pun begitu gunung indah yang satu ini termasuk salah satu gunung ramah buat pendaki pemula . Bahkan ada beberapa paket tur pendakian reguler untuk yang nggak mau repot atau perlu pemandu selama pendakian.

Nikmati pemandangan ketika sudah sampi puncak Gunung Batur. Dari sana kalian akan menemukan salah satu kaldera terindah di dunia dengan Danau Batur sebagai pusatnya. Apalagi untuk sampai ke puncak, hanya memerlukan waktu sekitar 2-3 jam dengan jalur pendakian yang tidak terlalu sulit. Waktu terbaik di puncak gunung batur adalah ketika sunrise tiba.

Harga tiket masuknya Rp 75.000/orang, jika menggunakan jaga Giude Rp 550.000 untuk keselamatn saat mendaki.

 

7. Gunung Andong 1.762 mdpl, Magelang

Gunung Andong ini lokasinya berada tidak jauh dari Yogyakarta. Berada di Magelang, Jawa Tengah, merupakan gunung yang cocok buat belajar mendaki pertama kali. Apalagi Gunung Andong ini tingginya hanya sekitar 1.726 mdpl.

Gunung ini menawarkan pemandangan menawan di puncaknya, pastinya latihan mendaki disini bakal menyenangkan. Selain itu jalur pendakiannyanya mudah dan jelas, dilengkapi sejumlah papan penunjuk. Karena itu untuk pemula yang ingin mengenal lebih dekat dengan kegiatan pendakian, nggak ada salahnya untuk mencoba mendaki gunung Andong.

Untuk perkiraannya, dari basecamp sampai ke puncak, akan memerlukan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki. Jadi kalian bahkan bisa melakukan pendakian dalam waktu sehari untuk yang berpengalaman. Perjalanan cukup singkat, dan kalian bisa langsung pulang tanpa perlu bermalam. Harga tiket masuk Rp 5.000/orang.

Namun demikian, disarankan untuk kalian camping di sini. Gunung Andong ini memiliki pemandangan sunrise yang luar biasa pada hari yang cerah. Dari puncaknya, kalian akan bisa melihat Sindoro-Sumbing serta Merapi-Merbabu yang mengelilingi gunung ini. Hindari mendaki ketika hari libur, karena bagian puncaknya bakal diserbu oleh para pendaki.

 

 

8. Gunung Panderman, Batu, Jawa Timur

Gunung Panderman adalah sebuah gunung dengan ketinggian puncak sekitar 2.045 mdpl yang terletak di Kota Batu Malang. Puncak gunung ini dikenal dengan nama Basundara. Perlu kaian ketahui, nama gunung ini sendiri diambil dari nama seorang Belanda bernama Van Der Man yang mengagumi keindahan gunung ini pada waktu itu.

Gunung Panderman adalah sebuah gunung cocok bagi kalian yang baru saja menyukai pendakian atau yang masih pemula pada bidang pendakian. Gunung ini lokasi tepatnya berada di dusun Toyomerto Kelurahan Songgokerto Desa Pesanggrahan, Batu Malang. Dusun Toyomerto sendiri bisa dicapai dengan kendaraan umum dari kota Batu. Jadi kalian bisa menaiki bus jurusan Malang – Jombang/ Kediri kemudian turun di perempatan desa Pesanggarahan. Setelah itu kalian baru bisa melakukan pendakian Gunung Panderman.

Namun ada peraturan baru pemerintahan desa sudah menerapkan aturan secara legal dan tertulis kepada wisatawan pendaki agar tidak menggunakan kendaraan pribadi terhitung sejak akhir April 2017.Hal ini untuk menekan angka kecelakaan yang kebanyakan terjadi sewaktu pendaki turun gunung. Untuk diketahui, tarif parkir hanya dikenakan biaya sejumlah Rp.5.000 dan layanan ojek akan dikenakan biaya sejumlah kisaran Rp.7.500 – 10.000. (azm/end).

 

9. Gunung Sibayak 2.212 mdpl, Medan

Di daerah Berastagi, kalian bisa mencoba gunung yang cukup ramah buat pendaki pemula. Nama gunung ini adalah Gunung Sibayak. Gunung ini juga terkenal dengan kindahan puncak serta kawahnya. Jaraknya juga dekat, hanya sekitar 50 Km dari kota Medan. Jadi kalau kebetulan ada rencana ke Medan, bisa dong main kesini 🙂

Untuk mencapai puncak Gunung Sibayak ini ada tiga jalur pendakian yang bisa dilalui. Jalur yang paling mudah adalah jalur pendaki pemula yang bisa ditempuh dalam waktu 1–2 jam. Lalu, ada jalur level menengah yang bisa kalian tempuh dalam 3–4 jam melewati desa Raja Berneh. Sedangkan yang paling sulit adalah jalur 54 yang paling menantang. Bebas, kalian mau pilih yang mana!

Untuk mengakses Gunung Sibayak, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Nantinya kendaraan dapat dititipkan di pos pertama (untuk mobil) atau di area dekat helipad (untuk motor). Nantinya, kamu akan dikenakan biaya penitipan sekitar Rp20.000 – Rp30.000 per mobil dan Rp15.000 – Rp20.000 per motor.

 

10.Gunung Ijen 2.443 mdpl, Banyuwangi

Siapa sih yang nggak kenal Gunung Ijen? Pastinya nggak ada yang belum tahu dengan keberadaan gunung yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini! Gunung Ijen ini lokasi tepatnya berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini adalah salah satu gunung di Jawa yang cocok untuk pendaki pemula.

Di Gunung Ijen ini, kalian akan bisa menikmati keindahan kawah Ijen yang berada di ketinggian 2.443 mdpl. Nggak cuma keindahannya saja, disini kalian bisa melihat langsung para penambang tradisional melakukan aktivitas penambangan belerang. Untuk pemandangan terbaik, mendakilah Gunung Ijen dari dini hari. Soalnya nanti kalian bisa menikmati indahnya fenomena api biru yang hanya ada di Kawah Gunung Ijen.

Mendaki Gunung Ijen bisa dimulai dari pos pendakian Paltuding. Dari sana kalian akan memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke puncaknya. Meskipun cocok untuk pendaki pemula, tetapi kalian harus tetap hati-hati. Karena medannya berpasir dan lumayan curam pada beberapa titik di jalur pendakian.

Nusantara  hari biasa IDR 5.000 hari libur IDR 7.500, Mancanegara IDR 100.000 IDR 150.000
Menuju pos Paltuding, bisa melalui 2 (dua) rute umum yang kerap dipake oleh wisatawan. Rute Banyuwangi atau Bondowoso, namun lebih banyak wisatawan yang memilih rute Banyuwangi karena jarak lebih pendek dibanding dari Bondowoso.
Harga Tiket Parkir Kendaraan Kawah Ijen
Kendaraan Tiket Masuk Roda Dua IDR 5.000, Roda Empat IDR 10.000, Berkemah IDR 5.000
Harga Tiket Perlengkapan Dokumentasi Kawah Ijen Video Komersil IDR 10.000.000 Handycam, IDR 1.000.000 dan  Fotografi IDR 250.000.

Nah itulah gunung yang cocok untuk pendaki yang pemula

Pin It on Pinterest

Share This