Select Page

liburan dan jalan-jalan ke Lampung kita akan mengenal busa tradisional Lampung yang identik dengan warna gemerlapnya. Hal ini dapat kita buktikan pada acara karnaval Festival Krakatau yang digelar setahun seklai di Kawasan Provinsi Lampung, seperti pengalaman Direktori Wisata.

Dari pengamatan Direktori Wisata di lokasi, warna gemerlap yang menghiasi busana tradisional yang terbuat dari kain Tapis yang dikenakan oleh peserta karnaval  seperti lain siger, gelang kano, gelang bukhung dan tanggai yang sangat menonjolkan sentuhan dengan warna emas.

Selain aksesories yang terlihat oleh kami yang digunakan oleh peserta , untuk produk lokal bahan tekstilnya tradisionalnya pun dihiasi dengan gemerlap warna emas. Konon, informasi yang kami dapatkan , kain tapis yang dipergunakan oleh para peserta karnaval festival ini merupakan salah satu produk tekstil unggulan Provinsi Lampung.

Hasil gambar untuk tarian lampung

Dari keterangan peserta yang kami dapatkan, kain tapis juga ada yang menggunkan benang emas atau perak, namun kain tapis yang dibuat tersebut dengan motif khusus. Sedangkan untuk bahan dasarnya sendiri untuk kain Tapis adalah benang kapas yang ditenun secara tradisional.

Sedangkan untuk motif-motif dekorasi benang emas atau perak dibuat dengan teknik sulam atau “cucuk” dalam bahasa orang lampung dalam pembuatan tradisional atau bordir kalau kita bilang sekarang. Kain ini biasa dipergunakan oleh kaum wanita untuk menutupi tubuh bagin bawah, dari pingang hingga mata kaki.

Lanjut….
Untuk motif-motif yang diaplikasikan dalam kain tapis tersebut, pada umunya mengangkat tema alam terutama flora dan fauna.Ada pula kaintapis tertentu yang mengangkat kehidupan rumah tangga seperti yang dapat kita temukan pada kain tapis cucuk andak.

Gambar terkait

Selain itu terdapat pula perpedaan motif yang dipengaruhi asal daerahnya, seperti kain tapis pepaduan, tapis peminggir, tapis liwa, dan tapis abung. Pada motif kain tapis peminggir atau daerah pesisir terlihat lebih dominan mengangkat flora, sementara motif tapis pepaduanatau yang disebut dengan pedalam cendrung terlihat sederhana dan kaku.

Untuk harga kain tapis ini tergolong relatif mahal. Konon, proses pembuatan kain tapis tradisional ini agak rumit dan memakan waktu yang agak lama. Proses pembutanannya tinggal tergantung kerumitan pada motif kainnya, proposi penggunaan benang emas, dan umur kain tersebut.

Konon, kain tapis yang sudah berumur  puluhan tahun dapat berharga ratusan juta rupiah, dan biasanya kain tapis ini mnjadi benda koleksi dan banyak di cari oleh kolektor atau pecinta tekstil tradisional yang memiliki hobi mengoleksi.

Melihat tingkat kesulitan dalam proses pembuatan kain tapis tradisional Lampung ini, seiring perkembangan jaman, banyak bermunculan varian kain tapis yang dibuat dengan taknik bordir dengan menggunakan mesin yang dapat diproduksi secara masal dan tidak memakan waktu lama.dalam membuatnya.

Sedangakn untuk proses bordir pembuatan kain tapis dengan teknik bordir itu pun dapt dijadikan dua, baik bordir secara manual atau dengan menggunakan komputer. Itulah secuil informasi tentang kain tapis tradisional yang Direktori Wisata dapatkan dari beberapa sumber di lokasi dalam acara festival Krakatau 2015.Yuk liburan ke Lampung…!

Pin It on Pinterest

Share This