Select Page

Puthuk Siwur merupakan salah satu gunung non-aktif yang berada di Mojokerto Jawa Timur. Lebih tepatnya berada di Dusun Mligi, Claket, Kec. Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Puhuk Siwur memiliki ketinggian 1429 Mdpl, cocok untuk pendaki pemula yang masih baru ingin merasakan mendaki gunung.

Perjalanan ini kami lakukan bertiga, dengan saya dan kedua teman saya cowok. Sebelum berangkat kami cek perlengkapan logistik, dari perlengkapan pribadi sampai tenda. Untuk 3 orang sebaiknya menggunakan tenda kapasitas 4 orang agar tidak sempit saat beristirahat. Kami mulai perjalanan dari Surabaya pukul 09.55 dikarenakan teman saya yang dari Jombang datang terlambat. Kami melakukan perjalanan ke Puthuk Siwur dengan mengendarai 2 sepeda motor.

Perjalanan ke Puthuk Siwur memang terbilang penuh perjuangan, dari teman saya yang datangnya telat. Sampai ban sepeda teman saya yang dari Madura itu bocor. Untungnya dia ngerasa dan tidak sampai terjatuh, kami mencari tempat tambal ban terdekat sembari istirahat sebentar. Selesai menambal ban kami melanjutkan perjalanan dengan bantuan Google Maps karena kami belum pernah ada yang kesana.

Sampai disana kami salah tempat yang sebernya sudah tau jika sebelah kiri jalan itu pos pendakian Puthuk Siwur kami malah naik gara-gara ikut mas-mas didepan kami. Saya suru teman saya untuk putar balik karena jika dilanjutkan lurus nanti akan ke Gunung Pundak. Perjalanan kita tempuh tidak sampai 2 jam. Oh iya sebelum masuk ke pos nanti kita akan membayar tiket masuk sebab disana terdapat tempat wisata pemandian. Dengan membayar 33.000 rupiah untuk 3 orang. Kembali lagi, sampai disana kami memakirkan motor harga parkirnya 5000/sepeda motor dengan harga registrasi 10.000/orang.

Jika dari arah Surabaya kalian bisa mengambil arah ke Krian lalu lanjut ke Mojosari setelah sampai Mojosari lurus terus naik menuju Pacet, sesampainya di Pacet lihat petunjuk jalan lalu ambil lurus ke arah Claket, sesampainya di Claket ambil arah lurus terus menuju pintu masuk pemandian air panas, atau sebelumnya juga terdapat banyak petunjuk arah yang menandakan arah pos pendakian puthuk siwur. Pos pendakian Puthuk Siwur ini dikelola oleh warga Claket yang bekerjasama dengan LMDH, Perhutani, dan Pemerintah Desa Claket. Pos pendakian ini pun sudah ramai pengunjung serta ada juga beberapa warung di sana.

Sampai disana kami langsung meletakkan carrier, pesan makan lalu sholat sebab sudah Dzuhur. Suasananya masih sepi dan hanya banyak pendaki yang sudah turun dan warga sekitar. Disana juga terdapat penyewaan perlengkapan mendaki dan oleh-oleh, jadi kami cukup lega karena dapat menyewa kompor dengan harga 15.000 rupiah. Yang kami sewa kompor kotak bukan windproof.

Perjalanan kami mulai pukul 13.00 dengan mengisi formulir registrasi terlebih dahulu. Seletah mengisi formulir kami berdoa agar diberi kelancaran dan keselamatan saat mendaki. Yang kami sayangkan waktu itu adalah, tidak dipandu saat mendaki dan tidak diberih kantong sampah. Teman saya Achmad heran, karena tidak mau membuang sampah sembarangan, tapi untungnya saya membawa kantong plastik.

Jalan pertama yang kami lewati merupakan tanah yang berbatu. Perjalanan awal tidak diberi landai, namun semua itu tidak masalah karena ditemani suasana alam yang  sangat indah dengan angin yang sepoi-sepoi. 10 menit kami berjalan, sampai di tempat yang digandrungi anak muda, yaitu Area Selfi. Memang tepat kalau disebut Area Selfi sebab pemandangannya yang instagramebel. Disana kami istirahat sebentar sebab kaki saya yang pernah patah mulai kambuh.

Selanjutnya perjalanan kami mulai lagi, dengan jalan yang bertanah bonus landai dan suasanya yang menenangkan. Lagi-lagi disini hanya ada kita bertiga saja yang melewatinya dan bertemu  warga yang sedang mencari ruput. 10 menit berlalu sampailah kita di Camp 1 atau bisa disebut Gragal karena banyaknya tumpukan batu yang menjulang. Di Camp 1 ini banyak tempat untuk kalian membangun tenda. Perkiraan muat untuk 6 tenda, selain itu kalian bisa memasang hammock. Sampai Camp 1 kami tidak istirahat kami melanjutkan perjalanan selanjutnya. Saat perjalanan kita bertemu pendaki lain lalu kami bersalaman dan disemangati.

Jalurnya cukup menanjak namun ada bonus jalan landai dan suasanya yang indah dan membuat kami  tak sadar sudah sampai di Camp 2 (Goa Bebek) yang terletak di pinggir jalalan. Disana kami istirahat sebentar dan menikmati pemandangan yang suasananya membuat hati adem. Teman saya yang bernama Picko kelihatan bingung melihat batu yang ada dipinggir jalan (Goa Bebek). Ternyata yang membuat dia bingung adalah Goa Bebek, karena tidak berbentuk seperti Bebek dan tidak ada hewan Bebeknya. Ya memang kami cukup bingung dengan sebutan itu, mungkin ada sejarahnya kenapa disebut Goa Bebek. Disini kalian bisa mendirikan tenda, karena cukup ada area terbuka untuk memasang tenda 3-5 tenda kecil.

Dari Camp 2 ke puncak Puthuk Siwur kita akan diberi jalur cukup menanjak dengan jalan sempit berbatu. Perjalanan kami disapa dengan tingginya rumput, meski siang cuacanya tidak terlalu panas. Perjalanan sekitar 25 menit sampailah kami di area Camp dekat puncak Puthuk Siwur. Disana sangat sepi orang hanya ada kita bertiga. Sempat ragu ingin mendirikan tenda sendiri disini karena hanya ada kami bertiga saja. Namun rasa ragu itu hilang karena niat awal ingin camp disana dan menghabiskan waktu liburan.

Dia area Camp ini bisa untuk 10 tenda lebih, dengan area yang cukup lapang untuk main sepak bola hehe. Setelah sampai kami langsung mendirikan tenda dan menatanya. Tiba-tiba ada pendaki yang berasal dari Pasuruan mendatangi kami dan bersalaman. Kami diajak untuk menikmati pemandangan di puncak Puthuk Siwur. Pemandangannya sangat indah, terbentang pemandangan kota Mojokerto. Puncak Puthuk Siwur ini berupa tanah dengan tumpukan beberapa bebatuan yang dilengkapi dengan plakat sebagai penanda Puncak Puthuk Siwur. Sayangnya saat itu kabut datang membuat suhu menjadi dingin, namun cukup menyenangkan sebab kita mendapat teman baru. Disana kita berbincang-bincang, saling membagi perngalaman mendaki. Setelah berbincang-bincang mas-mas dari Pasururan itu pamit pulang karena memang hanya berniat untuk tektok (langsung pulang pergi)  menuruti adiknya.

 

Singkat cerita malam ini kami tidak sendiri lagi ada pendaki dari Jombang, Surabaya sampai Jakarta. Suasanya malam yang cukup menghanyutkan dengan semilir suara angin serta musik yang syadu sampai membuat kita tertidur. Namun ada suara yang membuat saya heran, seperti suara orang menebang pohon saat kita hanya bertiga saja di area camp itu. Ya mungkin sedang ada orang menenbang pohon.

Keterangan :
– Waktu yang kami tempuh tidak sampai 1,5 jam, sampai di puncak sekitar pukul 14.17 dengan speed pemula.
– Waktu tempuh tergantung kondisi dan situasi serta fisik masing-masing pendaki
– Biaya sekitar Rp 50.000/orang (untuk makan, parkir, registrasi)
– Cocok untuk pendaki pemula, bisa juga membawa keluarga karena jalan tidak terlalu berbahaya.
– Jangan membuang sampah sembarangan membawah koantong sampah cadangan (Karena masih banyak yang membuang sampah sembarangan)

 

Semoga bermanfaat.

Pin It on Pinterest

Share This