Select Page

Indonesia boleh bangga. Sebanyak lima pelajar sekolah menengah pertama asal Indonesia ikut berkompetisi dalam olimpiade sains tingkat internasional (International Junior Science Olympiad/IJSO) di Arnhem, Belanda. Kelimanya berhasil meraih dua medali emas dan tiga perak.

Digelar sejak 2004, IJSO merupakan ajang pertandingan bidang sains untuk usia SMP yang dinisiasi oleh Indonesia. Acara tersebut dimulai dari 3-12 Desember 2017. Dengan jumlah peserta sebanyak 300 pelajar yang berasal dari 50 negara. Lomba yang berlangsung selama sembilan hari ini beisi pilihan ganda, essay dan tes eksperimen yang dikerjakan secara berkelompok.

Pelajar yang mendapat medali emas adalah Wilsen Chandra Putra dari SMP Sutomo 1 Medan dan Peter Addison Sadhani dari SMP Santo Aloysius 1 Bandung. Sementara medali perak diraih oleh Lugas Firdinand Hamdi dari MTsN 1 Kota Malang, Steven William dari SMP Petra 1 Surabaya dan Carin Abbie Reyhani dari SMPN 111 Jakarta.

“Tema IJSO tahun ini adalah ‘water and sustainability’, pengelolaan sumberdaya air sesuai dengan potensi yang ada di Belanda. Penyediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan hidup menjadi isu utama yang dibahas, termasuk isu perubahan iklim,” kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Bambang Hari Wibisono dalam siaran pers yang diterima¬†Republika, Rabu (13/12).

Sebelumnya, kompetisi beberapa kali dilakukan dari tingkat sekolah hingga tingkat Olimpiade Sains Nasional hingga akhirnya kelimanya mewakili Indonesia di ajang internasional. Peserta olimpiade diberikan proses pembinaan dan kebutuhan peserta dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada acara penutupan, diumumkan bahwa IJSO ke 15 akan diselenggarakan di Bostwana, Afrika pada tahun depan.

Sumber: republika.co.id

Pin It on Pinterest

Share This